Di babak kedua, Sulteng mulai meningkatkan permainan, meskipun belum berhasil mencetak gol. Kesempatan terbaik Sulteng datang dari striker Gio Laode, tetapi sepakannya melambung meski sudah berdiri bebas di depan gawang.
“Anak-anak kurang percaya diri dalam memegang bola sehingga sering terburu-buru dalam menyerang. Padahal, kami juga punya peluang mencetak gol.”
“Kami unggul secara permainan, tetapi stamina pemain mulai habis di babak kedua, sehingga sulit memaksimalkan peluang.”
Hasil ini menjadi modal penting bagi Sulteng untuk memperbaiki organisasi permainan di laga-laga berikutnya, sementara Papua harus mempersiapkan kondisi fisik pemain mereka lebih baik. (CLG)

