Silaturahmi Keluarga Besar PSTI Sulteng, Gali Gagasan Jelang Raker

SPORT SULTENG2356 Dilihat

Arena Parampasi ikut memberi catatan. Pengurus PSTI Sulteng era sebelumnya ini memberikan masukan agar pembinaan sepak takraw tidak hanya bertumpu pada SMANOR semata.

“Harus dibuka sampai sekolah-sekolah lain dari Provinsi sampai ke kabupaten/kota, supaya bibit baru muncul. Buat MoU dengan Dinas Dikbud,” katanya.

Ketua Harian KONI Sulteng Edison Ardiles juga ikut memberi gambaran soal anggaran KONI untuk cabor.

Pengurus KONI selama 20 tahun lebih ini menyebut kini jumlah cabor binaan KONI meningkat dari 38 jadi 53, sementara dukungan anggaran tidak bertambah.

“Kita harus kreatif cari sumber dana, kayak waktu PON Palembang. PSTI bisa jalan karena dukungan sponsorship selain dukungan dari KONI,” kata Edison.

Selain soal pembinaan dan organisasi, para peserta juga menyampaikan masukan soal fasilitas GOR khusus sepak takraw belum juga dimiliki, padahal prestasi takraw Sulteng terus tumbuh.

Kemudian soal regulasi mutasi atlet, juga ide-ide dan program serta masukan pada Raker PSTI Sulteng pada 2 Juli di Hotel Zamrud Palu. (bar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *