sportz.id– Atlet paralayang atau paragilder Sulawesi Tengah akan ikut ambil bagian dalam ajang IPAC Seri 1 yang digelar di Bukit Sultan, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, pada 4–7 Juni 2026.
Kejuaraan yang diselenggarakan oleh Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) bersama Paralayang Indonesia itu memperebutkan total hadiah sebesar Rp180 juta.
Sekum FASI Sulawesi Tengah Asgaf Umar SPd MPd AIFO mengatakan, FASI Sulteng menurunkan atlet junior dan senior putra-putri pada nomor ketepatan mendarat. Meski berangkat dengan biaya mandiri dan keterbatasan anggaran, para atlet tetap menunjukkan semangat tinggi untuk bersaing di tingkat nasional.
Untuk kategori junior, atlet yang ikut bertanding yakni Muh Fadil asal Donggala, Anugerah Febriansyah dari Parigi Moutong, Agung dari Parigi Moutong, Arganta asal Palu, Mandalawangi dari Morowali, Eulistinah Djanun asal Banggai, Hikma dari Parigi Moutong, serta Rosanti asal Sigi.

Sementara pada kategori senior, Sulawesi Tengah diperkuat Fadli Dg Salasa dari Palu, Anggoro Kurniawan asal Donggala, Habib Ahmad dari Donggala, serta Roki asal Palu. Seluruh atlet mengikuti nomor ketepatan mendarat junior dan senior putra-putri.
“Meski datang dengan keterbatasan anggaran, semangat dan tekad atlet Sulawesi Tengah tidak pernah terbatas. Karena perjuangan sejati tidak diukur dari besarnya fasilitas, tetapi dari keberanian, disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah untuk mengharumkan nama daerah,” ujar Asgaf.
Selain atlet, Sulawesi Tengah juga mendapat kepercayaan menugaskan empat perangkat pertandingan pada kejuaraan tersebut. Mereka masing-masing Asgaf Umar sebagai juri nasional, Rizwan sebagai juri nasional, Abdul Rachman sebagai wasit internasional, serta Abdul Kadir Baktal sebagai juri nasional.
“Keikutsertaan atlet dan perangkat pertandingan dari Sulawesi Tengah di ajang nasional ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi perkembangan olahraga dirgantara, khususnya paralayang, di daerah,” ujar Asgaf.
Ajang ini merupakan persiapan paraglider Sulteng persiapan menuju PON 2028, atau menghadapi Prakualifikasi PON tahun depan. Beberapa atlet senior yang turun diantaranya pernah berkontribusi ke daerah dengan meraih emas PON 2024 Aceh-Sumut.
“Diharapkan dengan keikutsertaan ini menambah jam terbang pengalaman mereka,” ujar Asgaf. (bas)

