Palu, sportz.id – Penyelenggaraan HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) B Sulawesi Tengah (Sulteng) 2026 di GOR Gelora Bumi Kaktus Andi Raga Pettalolo, Palu, pada 27 April hingga 3 Mei, terbukti menjadi magnet bagi klub bulutangkis dari berbagai daerah di Indonesia.
Tidak hanya diikuti peserta dari Sulteng, ajang ini juga diramaikan atlet dari sejumlah provinsi lain di Tanah Air.

Kejuaraan berskala nasional ini memberikan peluang besar bagi para pemain muda, khususnya dari kawasan Sulawesi, untuk merasakan atmosfer persaingan yang lebih luas dengan atlet-atlet dari luar daerah.
Ketua Umum Pengurus Provinsi PBSI Sulteng, Gufran Ahmad, mengungkapkan bahwa informasi terkait pelaksanaan Sirnas di Palu telah diketahui sejak jauh hari oleh klub, pelatih, maupun atlet. Hal itu turut mendorong tingginya partisipasi dalam ajang ini.
“Untuk kali pertama Sirnas digelar di Palu, dengan melibatkan 95 klub dan 364 atlet dari berbagai daerah,” ujarnya, Rabu (29/4) melansir djarumbadminton.
Menurutnya, kehadiran atlet dari luar pulau menghadirkan tingkat persaingan yang semakin ketat. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemain muda asal Sulawesi yang harus menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai klub nasional.
“Kalau pun akhirnya belum mendapatkan juara, ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka,” katanya.
Gufran juga mengingatkan para atlet yang berhasil meraih prestasi agar terus meningkatkan kualitas latihan, sementara bagi yang belum berhasil diminta menjadikan ajang ini sebagai bahan evaluasi dan motivasi untuk tampil lebih baik pada kesempatan berikutnya.
“Kesempatan masih banyak ke depan. Setelah Sirnas di Palu ini, akan ada lagi di Kalimantan Timur dan provinsi lainnya,” tambahnya.
Di sisi lain, ia memastikan pihaknya sebagai tuan rumah telah melakukan berbagai persiapan maksimal demi kelancaran pelaksanaan kejuaraan, meskipun tetap mengantisipasi berbagai kendala teknis di lapangan.
Gufran turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah ambil bagian dalam HYDROPLUS Sirnas B Sulteng 2026.
Dengan kehadiran 95 klub dari sekitar 17 provinsi, ia menilai tingginya partisipasi tersebut mencerminkan besarnya antusiasme dan kepercayaan terhadap penyelenggaraan turnamen ini.
“Kalau pun masih ada kekurangan, itu menjadi bahan evaluasi kami untuk menjadi tuan rumah yang lebih baik ke depan,” pungkasnya. (bar/*)

