Palu, sportz.id – Dosen pengampu mata kuliah sport massage di Program Studi PJKR FKIP Universitas Tadulako (Untad), Wahyu AIFMO, mendorong mahasiswanya untuk terjun langsung ke lapangan di ajang HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) B Sulawesi Tengah 2026 di Palu.
Sedikitnya 20 mahasiswa PJKR diterjunkan sebagai volunteer sport massage untuk memberikan layanan pemulihan fisik bagi para atlet yang bertanding. Keterlibatan ini merupakan bagian dari praktik mata kuliah yang dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga menguasai keterampilan teknis secara langsung.
Menurut Wahyu, ajang Sirnas menjadi momentum penting untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam kehidupan nyata.
“Di sini mereka belajar langsung menghadapi atlet dengan berbagai kondisi. Mulai dari kelelahan otot hingga penanganan cedera ringan, semua menjadi pengalaman berharga,” ujarnya.
Salah satu mahasiswa yang terlibat, Fauziah Azzhra, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari keterlibatannya sebagai volunteer. Mahasiswi semester IV asal Kabupaten Tolitoli itu mengatakan praktik di lapangan membuatnya lebih memahami teknik gerakan tubuh dan penanganan otot.
“Kalau atlet merasa sakit atau tegang, kami bantu dengan stretching atau teknik pijat yang sudah dipelajari. Ini sangat membantu kami memahami kondisi nyata di lapangan,” katanya.
Fauziah yang juga memiliki latar belakang sebagai atlet—pernah mengikuti ajang Popda dan O2SN—menilai pengalaman ini memperkaya pengetahuannya, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri saat berinteraksi dengan atlet dan official.
Wahyu menambahkan, praktik lapangan seperti ini sangat penting dalam membentuk kompetensi mahasiswa, terutama dalam bidang sport massage yang membutuhkan ketepatan teknik dan pemahaman anatomi tubuh.
Selain itu, ia melihat adanya peningkatan kepercayaan diri mahasiswa setelah terlibat langsung dalam event berskala nasional. Interaksi dengan atlet, pelatih, hingga official menjadi bagian dari proses pembelajaran yang tidak bisa didapatkan di ruang kelas.
“Harapannya, mereka tidak hanya lulus secara akademik, tetapi juga siap terjun di dunia kerja dengan keterampilan yang sudah terasah,” tambahnya.
Melalui keterlibatan dalam Sirnas B Sulteng 2026, Wahyu berharap sinergi antara dunia akademik dan event olahraga dapat terus terjalin, sehingga mahasiswa memiliki lebih banyak ruang untuk mengembangkan kompetensi secara praktis.
“Event nasional seperti Rektor Untad Cup juga kita libatkan volunteer dari mahasiswa PJKR,” tambahnya. (Bas)

