Pengprov Pordasi Equestrian Sulteng Resmi Dilantik, Siap Tumbuhkan Prestasi Nasional

PALU, sportz.id – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Equestrian Sulawesi Tengah resmi dilantik di Pogombo, Palu, Minggu (8/2/2026).

Ketua Pengprov Pordasi Equestrian Sulteng Mehdi Datupalinge dalam sambutannya menyampaikan bahwa olahraga equestrian memiliki tantangan tersendiri yang menuntut soliditas dan profesionalisme tinggi. Namun justru dari tantangan tersebut lahir kebanggaan dan peluang prestasi.

Pelantikan Pengprov Pordasi Equestrian Sulteng di Pogombo, Minggu (8/2/2026).

“Equestrian punya tantangan yang tidak mudah. Di situlah kebanggaannya. Dengan menjunjung sportivitas, profesionalitas, loyalitas, serta kerja tim yang kuat dan menyala, kami optimistis bisa berprestasi di tingkat nasional,” ujarnya.

Ia menegaskan, kepengurusan baru akan fokus pada pembinaan atlet dan penguatan organisasi agar equestrian Sulawesi Tengah mampu bersaing di berbagai kejuaraan nasional ke depan.

Ketua Umum PP Pordasi Equestrian Dewi Larasati mengapresiasi semangat dan kekompakan Pengprov Pordasi Equestrian Sulteng. Menurutnya, semangat tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan olahraga berkuda di daerah.

“Saya sangat bangga dengan semangat Pengprov Sulteng. Kuda lokal harus kita berdayakan. Bahkan kuda pacu bisa diarahkan ke equestrian untuk dilatih nomor jumping,” kata Dewi.

Perwakilan KONI Sulawesi Tengah Humaedi menyebut olahraga berkuda memiliki nilai historis dan simbolik bagi Kota Palu. Ia berharap Pordasi Equestrian turut berkontribusi dalam pencapaian target 10 besar PON 2028 yang dicanangkan KONI Sulteng.

“Ini soal harga diri dan pengabdian kita untuk olahraga daerah. Pordasi Equestrian diharapkan bisa menyumbangkan prestasi bagi Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Asisten Kesejahteraan Rakyat Moh Rifai menyatakan dukungan Pemprov Sulteng terhadap pengembangan olahraga equestrian, meski diakui membutuhkan biaya dan komitmen besar.

“Pemprov siap membantu. Namun pengprov harus memiliki kuda dan menyiapkan pembinaan yang berkelanjutan, karena mengurus kuda itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” pungkasnya. (bar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *