Begitupun juga dengan cabor dayung. Berbekal dengan perolehan 5 medali emas saat BK PON dan diperkuat atlet Timnas Asuhan dan Rio Riski, dayung berencana melanjutkan latihan secara mandiri di Danau Talaga.
“Kami akan ketemu ketua Pengprov PODSI membicarakan latihan mandiri ini,” ujar Derlan, pelatih dayung Sulteng.
Diketahui cabor dayung termasuk cabor militan, selama tiga tahun sejak 2021 melakukan latihan mandiri usai pulang PON Papua.
Begitu juga cabor panjat tebing yang kali ini mencetak atlet panjat tebing terbanyak selama PON, tetap menjalani latihan mandiri.
“Pertama kami tetap latihan meski mandiri karena panjat tebing sudah latihan mandiri sejak tiga tahun, dan kami sudah manargetkan medali PON tahun ini,” ujar H Nanang, Ketua Pengprov FPTI Sulteng saat ditemui usai penutupan Puslatda.
Petanque pun demikian. Pertama kali bertanding di PON, cabor bola besi ini berhasil meloloskan lima atlet dengan meraih perak dan perunggu.
“Kalau petanque tetap latihan meski mandiri, tidak ada tidak, kita sudah maksimal persiapan dan target maksimal,” ujar Brilin, pelatih petanque PON Sulteng calon Doktoral Ilmu Keolahragaan UGM Jogyakarta. (bar)

