Sementara itu, Wakil Ketua Umum KONI Pusat Mayjend TNI Purnawirawan Soedarmo sangat menyayangkan kejadian ini.
Dia mengatakan bahwa kehadiran KONI seharusnya menambah semangat persatuan anak bangsa, bukan sebaliknya.
KONI Pusat akan meminta laporan KONI Sulteng terkait pelaksanaan Musorprov KONI Sulteng untuk selanjutnya akan diberikan arahan oleh KONI Pusat.
“Akhir jabatannya kan bulan juni. Sekarang maret. Jadi masih ada waktu tiga bulan,” tuturnya.
Aksi ricuh pembukaan Musorprov KONI Sulteng ini turut disaksikan Asisten I Setdaprov Sulteng, Fahruddin Yambas; Ketua Komisi IV DPRD Sulteng, Hidayat Pakamundi serta sejumlah pejabat dari kepolisian dan TNI. *


Pantes olahraga di Indonesia tidak maju..yang diperebutkan jabatan bukan prestasi
Smuanya jabatan…jadi rebutan..ada apa…