Menurut Mursalim, SMANOR Tadulako membina dan mendidik siswa berbakat olahraga (atlet) dari usia remaja atau dari level train to train atau train to competition. Dalam level ini, peran SMANOR memoles dan mempertajam skill atau keberbakatan olahraga dari apa yang dilatih atlet sejak usia dini. Level usia ini proses pembinaan pada club.
Sementara level atas ialah train to win yang berperan Pengprov/ KONI, alumni SMANOR diharapkan bisa menjadi bagian atlet terbaik Sulteng untuk PON maupun Pelatnas.
“SMANOR Tadulako memprioritaskan atlet yang punya dasar dari latihan di klub sehingga saat latihan pada usia remajanya bisa mencapai program latihan maksimal sesuai apa yang diharapkan,” kata Mursalim.
Olehnya SMANOR merekrut pelatih terbaik Sulteng yang berdasarkan rekomendasi Pengprov. Seperti atletik dilatih Victor Fernando Blegur, Herman dan Irfan. Taekwondo dilatih Indriyani Ombuh dan Anwar Makawaru, Lucas, yang semuanya berlisensi nasional. Di cabor karate dilatih Yojo M Qasim dan Vania Dwi Maharani. Begitu juga dayung dilatih pasangan Hanes dan Wahyu Aristina pelatih dayung berkolborasi dengan pelatih PPLP Sulteng. (bar)

